Sono ka lembur…

Juli 10, 2008 boendafaliq

Dua puluh taun kurang 2 bulan, gak terasa dah jadi orang Bandung. Ga tau kenapa, dari mulai lulus SMA di Cilimus, yang ada dalam benak teh, gimana caranya bisa sekolah di Bandung !…padahal waktu itu tidak ada kenalan, sodara atau seseorang yang kenal di Bandung, tapi ya itu tadi…Bandung punya magnet yang kuat, melambai-lambaikan tangan nya, memanggil saya untukdatang….akhirnya, dengan segala keberanian, datanglah saya ke kota ini, tahun ‘88…dan hari ini, kurang 2 bulan,  20 tahun saya menghirup nafas kehidupan di Bandung…

Dua puluh tahun lalu, Bandung masih sejuk, saya masih sangat menikmatinya karena tidak jauh beda dengan udara Linggajati tempat saya lahir dan besar di sana. Dua puluh tahun lalu, Bandung masih rindang dan belum ada mall yang berserakan di mana-mana seperti sekarang…ngaheurinan kota, menghalangi keindahan kota…dua puluh tahun turut menjadi “saksi” pertumbuhan Bandung, ternyata banyak menyisakan kecewa dalam hati, betapa tidak, Bandung sekarang adalah Bandung yang semrawut, panas, tandus, pohon-pohon besar hanya kenangan, macet, dan sampah nambru dimana-mana….

Suasana seperti inilah yang sering membuat saya sono ka lembur, pengen kembali jadi urang Linggajati yang udaranya masih bikin ngahodhod kalo pagi, yang airnya sedingin air kulkas, yang jalan raya nya masih bebas dari macet…yang masih bisa menikmati bubuy boled dan seupan sampeu gratisan hasil panen tetangga dan kerabat…aaahh…nikmat sekali membayangkan semua itu…saya rindu suasananya, rindu pada orang-orangnya…rindu pada obrolan dengan dialek kuningan (yang menurut saya paling unik, diantara dialek Sunda di Jabar, ada kata menit = sakit kepala, goang=sungai, ageh=cepet..itu cuma sedikit conto kata-kata uniknya..hehe..)…

Sayangnya, anak-anak yang notabene adalah “produk” Bandung, ogah diem di lembur, tebih ka BSM, BIP dan tebih ka sagala pusat hiburan ! duh…barudak ayeuna nya…tapi saya masih punya tekad dan harapan, suatu saat, saya ingin menghabiskan masa tua di Linggajati, hoyong maot sareng dipendem di Linggajati, saya cintaa sekali dengan semua yang ada di Linggajati, terutama suasana pagi ketika saya buka jendela kamar, gunung Ciremai yang gagah, ngajunggiring di payuneun…ya, karena rumah masa kecil saya memang berada tepat di kakinya !…

Entry Filed under: Uncategorized

2 Comments Add your own

  • 1. Noy  |  Juli 10, 2008 at 6:54 am

    Duh, jd terharu neeh..cinta lembur = cinta indonesia, cinta produk dlm negri sprti bubuy boled n seupan sampeu…hehe…

  • 2. Sono ka lembur… | Blogg&hellip  |  Agustus 13, 2008 at 4:40 pm

    [...] post by boendafaliq and software by Elliott [...]


Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts