Archive for Agustus, 2008




Kesedihan hati

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Monotype Corsiva”; panose-1:3 1 1 1 1 2 1 1 1 1; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Kesedihan hati…

Beberapa hari ini, kesedihan seolah menemani hari-hariku. Kadang ada keharuan yang begitu menyentuh hati, sering juga ada kesedihan yang menyayat rasa…aku tidak tahu dan tidak mengerti tentang kesedihan ini…yang jelas, sering tiba-tiba air mata menggenangi sudut-sudut mataku…aku jadi teringat dengan mimpi-mimpi ku. Entah berapa kali aku bermimpi tentang kesendirianku…selalu saja mimpi-mimpi itu membuat aku menangis..apakah ini cerminan dari ketakutanku akan kesendirian ?..dalam mimpi sering aku merasa tidak punya siapapun, aku bingung dan takut sekaligus pasrah dengan kesendirian itu…kemana suamiku, anak-anakku ?…anehnya, mimpi itu kerap terjadi dalam tidurku…ketika terbangun itulah kesedihan kerap menyergapku…takutkah aku dengan kesendirian itu ?

Yang juga membuat sedihku berlanjut, seringkali aku bermimpi berkumpul dengan mereka yang sudah tiada…sering aku berkumpul dengan mereka, tertawa, bercanda, dengan orang tuaku, sodaraku, bahkan mantan pembantu yang baik hati itu tadi malam ada bersama kedua orang tuaku bercanda denganku…kembali, aku terjaga dari tidurku dengan kesedihan yang panjang…isyarat apakah ini ya Robb ? sungguh aku tidak mengerti dengan semua ini…berikan petunjuk untuk aku ya Robb, bebaskan aku dari kesedihan ini…semoga ini bukan firasat ataupun isyarat dari Mu untuk kesedihan abadi…ampuni aku ya Robb, izinkan aku memohon padaMu, beri kesempatan kepadaku untuk berkumpul lebih lama dengan suami dan anak-anakku, beri kesempatan kepadaku untuk mendampingi mereka, menemani dan membimbing mereka menuju dewasa hingga mereka benar-benar siap jika aku tinggalkan…selain itu, sungguh, aku belum siap dengan “bekal” yang akan aku bawa untuk menghadapMU…masih terlalu kurang ibadahku, kepadaMu, kepada sesamaku, masih jauh ilmu yang aku dapat untuk bekal perjalanan abadi menujuMU…rasanya aku belum siap…seandainya aku boleh meninta padaMu, seandainya nanti suatu hari ketika saat nya tiba Engkau akan memanggilku untuk kembali, aku ingin pergi dengan keindahan, dalam keadaan khusnul khotimah, dalam keadaan suci dan bersih jiwa raga, dalam keadaan sadar dan siap menyongsong kedatangan malaikat yang akan melepaskan ruh dari ragaku…disaksikan orang-orang tercinta, meski nanti aku akan sendiri, setidaknya aku pergi dengan diiringi doa-doa mereka, semoga saja…mimpi-mimpi sedih itu tak akan terjadi dalam kenyataan hidupku…ya Robb, hanya doa-doa yang dapt aku mintakan padaMU, karena Engkau adalah pemilik hidup ini, karena Engkau maha berkehendak, apapun yang Engkau ingin jadikan, maka akan terjadi, karena Engkau maha kuasa..

Saat ini, aku ingin memohon padaMU, hilangkanlah kesedihan ku, kegelisahan dan kegamanganku ini, hanya Engkau tempat aku mengadu, hanya Engkau tempat aku meminta…gantikankanlah kesedihan dan kegundahanku dengan kebahagiaan, tawa, canda yang membahagiakanku, keluargaku,aku tak ingin air mata selalu mengisi mataku, airmata kesedihan, hilangkanlah ya Robb, karena, sungguh, hanya Engkau yang bisa melakukannya….

Add comment Agustus 27, 2008

Kepergian yang indah

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

PERGI DENGAN KEINDAHAN…

Baru saja aku mendengar berita kepergian seorang artis wanita yang begitu indah. Di tengah deraan penyakit berat yang dideritanya, dia pergi setelah menunaikan ibadah shalat Dhuhur, dalam keadaan masih memakai mukena, setelah bertakbir mengagungkan nama Allah, dia pergi dengan senyum dalam wajah cantiknya…Subhanallah…alangkah indahnya, alangkah bahagianya orang-orang yang diberi nikmat seperti itu. Pada saat Allah memanggil, berada dalam keadaan sadar dan iklas menanti “jemputan” sang malaikat untuk memanggilnya kembali keharibaan Nya…

Aku juga pernah mendengar cerita tentang seorang wanita sholeha yang “pergi” ketika sedang duduk tenang menanti secangkir teh manis hangat yang beliau mintakan kepada pembantunya di suatu pagi yang hangat dimana beberapa saat sebelumnya sang suami memandang wajah istrinya dengan penuh kagum dan hormat karena sang suami memandang wajah istrinya pagi itu penuh dengan cahaya dan sinar kebahagiaan…

Aku jadi teringat dengan orang-orang terdekat ku yang “pergi” tidak dengan keindahan seperti itu. Ibu ku meninggal dalam keadaan koma karena penyakit sirosis sudah sedemikian parah menggerogoti tubuh tuanya…Ibu bahkan tidak sempat bertakbir dan mengucap selamat tinggal pada kami…tapi mudah-mudahan Allah menerima segala amal ibadah beliau dan semoga saja cobaan penyakit berat yang diberikan Allah pada ibu dapat menghapus dosa-dosanya…amin.

Yang paling tragis dan menyedihkan adalah kepergian sepupu dekatku beberapa bulan lalu. Diapun pergi dalam keadaan koma setelah aneurisma di pembuluh darah kepalanya pecah dan mengakibatkan pendarahan otak yang parah dan membuatnya hanya mampu bertahan seminggu dalam koma nya..

Aku pernah membaca dalam sebuah riwayat, ketika malaikat Maut diperintahkan oleh Allah untuk “menjemput” Rosul saw, sang malikat sempat menangis karena tidak tega untuk mencabut nyawa kekasih Allah ini, manusia yang paling dicintai oleh Allah, manusia yang paling dicintai oleh semua orang termasuk musuh-musuhnya, sementara Rosul sendiri sudah sangat siap dan menunggu kedatangan sang malaikat maut untuk membawanya kehadapan Allah swt.

Dengan menyaksikan beragam cara orang pergi menghadapNya, aku selalu berdoa dan meminta padaNya, kalau satu saat sudah datang waktunya aku pergi, aku ingin sekali pergi dalam keadaan jiwa raga sadar, tubuh dan wajah bersih, dalam senyum kedamaian karena aku ikhlas untuk menghadap pada Nya, karena aku sudah menyiapkan segalanya untuk perjalanan menuju keabadian itu. Aku ingin pergi dengan indah, seperti orang-orang beruntung itu. Aku ingin meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

Untuk mempersiapkan kedatangan malaikat maut itu tentunya banyak hal yang harus aku lakukan. Aku memulai dengan lebih mendekatkan diri padaNya. Aku mulail dengan mengerjakan segala sesuatu yang sesuai dengan perintahNya dan mulai menjauhi apapun yang dilarang olehNya. Berat memang, tidak semudah berkata-kata, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Diperlukan niat dan kesungguhan hati untuk belajar dan terus belajar menjalankan semuanya dengan keikhlasan hati, demi sebuah cita-cita dan doa : Kembali padaNya dengan damai dan penuh dengan keindahan…Amin ya robbal alamin

Add comment Agustus 27, 2008

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Posts by Month

Posts by Category